Pertanyaan :
Assalamualaikum
Saya dulu adalah seorang wanita yg tidak baik. Saya sering berbuat maksiat dan zina, tetapi saya sadar akan dosa2 saya tersebut. Bagaimana agar dosa2 saya di ampini Allah, saya takut saya ragu apakah Allah akan mengampuni / menghapus dosa saya. Saya benar2 menyesal akan perbuatan saya dulu. Saya takut akan balasan dari Allah di hari akhir kelak
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Allah subhanallahu wa ta’ala yang maha pengampun, pengasih lagi penyayang akan senantiasa membentangkan maghfirohnya bagi para hamba yang bertaubat dari segala perbuatan dosa. Allah berfirman :
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).
Dan fahamilah bahwa taubat yang dimaksud disini adalah Taubatan Nashuhah ( taubat yang sebenarnya), Sebagaimana penjelasan sahabat mulia 'Umar bin Khottob :
" Hendaklah seseorang bertaubat dari dosa yang pernah ia lakukan Dan tidak mengulanginya lagi ( dosa tersebut ) sebagaimana air susu itu kan kan kembali lagi pada putingnya ".
An-Nawawi mengatakan tentang rukun asasi dalam bertaubat pada Allah subhanallahu wa ta’ala ta'ala :
”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun:
- 1. Al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut)
- 2. An-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut
- 3. Al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya.
(Syarh Shahih Muslim,17/59)
Jangan tunda taubatMu ...
Al Hasan Al Bashri berkata :
“Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.” (Ma’alim fii Thoriq Tholabil ‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan )
Pun demikian Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang menunda taubatnya dari dosa yang pernah ia lakukan maka ia harus bertaubat dua kali;
- Bertaubat dari dosa itu sendiri.
- Bertaubat dari sikap menunda-nunda taubat.
Semoga Allah subhanallahu wa ta’ala mudahkan anda dalam menapaki perjalanan taubat ini & selalu Allah subhanallahu wa ta’ala karuniakan istiqomah dalam kebajikan. Berlaku tamaklah dalam kebajikan & kuatkanlah selalu pinta anda pada yang maha kuasa. Aamiin
Wallahu a'lam.
Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/saya-dulu-wanita-yang-tidak-baik-apakah-allah-mengampuni-saya/
Thanks to : Menurut Islam
EmoticonEmoticon