Ketika Sujud Terhalang Kain Mukena, Bolehkah? - Menurut Islam

Ketika Sujud Terhalang Kain Mukena, Bolehkah? - Menurut Islam

07:37 0

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustd hal fikih sy mau bertanya..ini buat fikih wanita andai telapak tangan wanita saat bersujud terhalang kain mukena nya tidak langsung ke sejadah terhalang kain mukena... apakah sah Ustdz. terima kasih..

 

Jawaban :

 

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini ( mengharuskan 7 anggota sujud menyentuh lantai ).

Madzhab syafi'i & salah satu riwayat pendapat imam Ahmad menyatakan bahwa tidak boleh ada penghalang antara 7 anggota sujud & tempat sujud.

Namun para ulama yang lainya menyatakan tidak mengapa. Ini adalah pendapat mayoritas ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hambali dan pendapat para ulama masa silam, seperti Atha’, Thawus, an-Nakha’i, asy-Sya’bi, al-Auza’i, dll.

 

Pendapat kedua ini insya Allah lebih kuat berdasarkan beberapa dalil berikut :

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu , beliau mengatakan_

"Kami pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari yang sangat panas. Jika ada sahabat yang tidak mampu untuk meletakkan dahinya di tanah, mereka membentangkan ujung bajunya, kemudian bersujud". (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhu , beliau mengatakan :

" Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan satu pakaian, yang beliau gunakan untuk membungkus dirinya. Beliau gunakan ujung-ujung pakaiannya untuk menghindari panas dan dinginnya tanah. (HR. Ahmad dan dinilai hasan li ghairihi oleh Syuaib al-Arnauth).

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : akhwat, mukena, perempuan, sujud, wanita

Sumber : http://menurutislam.com/ketika-sujud-terhalang-kain-mukena-bolehkah/
Thanks to : Menurut Islam

Bolehkah Mengeringkan Wudhu Dengan Handuk? - Menurut Islam

Bolehkah Mengeringkan Wudhu Dengan Handuk? - Menurut Islam

18:10 0

Assalamualaikum ustadz, ana mau tanya bagaimana hukum seseorang yg mandi junub kemudian setelahnya memakai handuk apakah di perbolehkan karena, ana pernah baca buku bahwa tdk apa2 kita memakai handuk di karenakan kita di indonesia. Kemudian bolehkah kita sehabis wudhu kemudian mengeringkannya dengan handuk?

  • Bolehkah kita menggabungkan dua niat dlm satu amalan. Jazakallah khoir


 

Jawaban :

 

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 
  • Boleh mengeringkan air wudhu' dengan handuk pun begitu pula seusai Mandi janabat.


 

Aisyah radhiyallahu ‘anha , beliau mengatakan :

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki handuk kecil yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah wudhu.” (HR. Turmudzi & An-Nasai).

 

Dan ini juga merupakan pendapat jumhur ulama' diantaranya adalah Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan salah satu pendapat Madzhab Asy-Syafii.

 
  • Boleh_ yaitu ibadah sunnah dengan sunnah , Dan tidak berlaku wajib dengan sunnah atau wajib dengan wajib.


 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : handuk, sahnya wudhu, syarat wudhu, wudhu

Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-mengeringkan-wudhu-dengan-handuk/
Thanks to : Menurut Islam
Bolehkah Menggadaikan Barang di Pegadaian? - Menurut Islam

Bolehkah Menggadaikan Barang di Pegadaian? - Menurut Islam

20:06 0

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustad ana mau tanya ; bagaimanakah hukum nggadaiin barang di pegadaian,,,? Jazakalloh khairon wa barokalloh fikum

*jenis barang yg di gadaikan berupa emas tujuannya untuk nolong temen mbayar hutang/ nebus sertifikat di Bank yg katanya kalo ngga di Bayar/ di tebus kena  bungga/ dendanya perbulan hampir 2 juta an,,, kalo Saya suruh emasnya di jual aja & ana minta kembali emas & gramnya di sesuai kan waktu dia pinjam, ktanya kerugian pergramnya sampai rp;40,000; jadi dia merasa berat.

jazakalloh khairon Ustad atas penjelasannya. Barokalloh fikum

 

Jawaban :

 

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

Dalam masalah penggadaian ( Rohn ) bahwa tidak boleh pemegang gadai memanfaatkan barang gadaian seperti Emas, sertifikat tanah, sawah, motor dan lain-lain, dalam bentuk apapun juga walaupun sudah diijinkan pemiliknya, karena hal itu termasuk riba yang diharamkan dalam Islam. Kecuali jika barang gadaian tersebut perlu biaya perawatan sedang pemiliknya tidak mau mengeluarkan biaya perawatan, sehingga biayanya dibebankan kepada pemegang gadai, dalam keadaan seperti ini, menurut sebagian kecil ulama,dibolehkan pemegang gadai memanfaatkan barang gadaian tersebut sebesar biaya perawatan yang dikeluarkan. Tetapi mayoritas ulama tetap mengharamkannya secara mutlak.

 

Hal yang serupa pernah ditanyakan oleh para ulama yang terkumpul dalam Lajnah Daimah untuk Fatwa di Arab Saudi (14/177) dan mereka menyatakan bahwa hukumnya haram, karena termasuk dalam katagori riba.

 

Nah , kebiasan yang sering terjadi dimasyarakat kita pada umumnya adalah memanfaatkan barang gadaian, disinilah masalahnya. Hal seperti itu haram , karena termasuk RIBA.

Wallahu A’lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : hukum pegadaian, menggadaikan barang, pegadaian, riba

Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-menggadaikan-barang-di-pegadaian/
Thanks to : Menurut Islam

Bolehkah Wanita Safar Tanpa Di Dampingi Mahrom? - Menurut Islam

Bolehkah Wanita Safar Tanpa Di Dampingi Mahrom? - Menurut Islam

06:50 0

Pertanyaan :

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wabarakatuh

Ustadz saya ingin menanyakan mengenai  safar. Bagaimanakah hukumnya  wanita safar tanpa mahramnya misalnya safar menggunakan pesawat ( Jakarta - Surabaya)

Bolehkah wanita safar tanpa mahram tapi ikut rombongan.  Misalnya Rihlah bersama ke bandung dgn rombongan taklim

Syukron ustadz

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Para ulama' berselisih pendapat tentang safar wanita tanpa mahrom :

 

  • | Mereka yang berpendapat tidak boleh ( Safar wanita tanpa mahrom ) berdalil dengan riwayat-riwayat berikut diantaranya :


 

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama dengan mahramnya".

[HSR. Imam Bukhari (1087), Muslim (hal. 970) dan Ahmad II/13; 19; 142-143; 182 dan Abu Daud]

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang menyertainya)".[HR. Imam Bukhari (Fathul Baari II/566), Muslim (hal. 487) dan Ahmad II/437; 445; 493 dan506]

 
  • | Adapun bagi mereka yang membolehkan hujjahnya adalah :


 

Hadist Adi bin Hatim, bahwa Nabi shollallahu alahi wassalam bersabda : “Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Al Hirah hingga melakukan thawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah”. (HR. Bukhari)

 

Hadist di atas berisi tentang pujian dan sanjungan pada suatu perbuatan, hal itu menunjukkan kebolehan. Sebaliknya hadist yang mengandung celaan  kepada suatu perbuatan menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. (Umdatu al-Qari : 16 /148)

 

Kaidah Fiqhiyah

“Hukum yang ditetapkan dengan ijtihad bisa berubah menurut perubahan waktu, keadaan, tempat dan perorangan.“

 

Berdasarkan kaidah di atas , sebagian ulama kontemporer seperti Syekh Abdurrozaq Afifi (Fatawa wa Rasail: 1/201) membolehkan seorang wanita bepergian sendiri atau bersama beberapa temannya yang bisa dipercaya dengan naik pesawat, diantar oleh mahramnya ketika pergi dan dijemput juga ketika datang.  Bahkan keadaan seperti ini jauh lebih aman dibanding jika seorang wanita berjalan sendiri di dalam kota, khususnya kota-kota besar.

 

Walau demikian adanya khilaf dikalangan para ulama' namun sebaiknya para wanita tetap lebih baik mengambil jalan ihtiyath ( kehati-hatian ) dalam bertindak dengan tetap menghargai adanya perbedaan dalam ijtihad.

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : muhrim, safar, wanita safar

Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-wanita-safar-tanpa-di-dampingi-mahrom/
Thanks to : Menurut Islam
Menghina Fisik atau Perilaku Seseorang - Menurut Islam

Menghina Fisik atau Perilaku Seseorang - Menurut Islam

18:05 0

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum ustadz, ana mau nanya penghinaan terhadap fisik atau perilaku seseorang . Apa akan menjadi ladang amal bagi orang yg di hinakan? bagaimana jika yg di hina kan itu suatu kebenaran, tapi hati orang yg terhina tersakiti dan mungkin juga smua adalah qadarullah? syukron ustadz. jazakallahu khairan.

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

Menghina orang lain yang memiliki kekurangan dalam hidupnya adalah merupakan perbuatan zholim & akhlaq tercela_ Menghinakan orang lain karena cacat fisik misalnya.

 

Perhatikanlah wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Jurayy :

“Janganlah engkau menghina seorang pun.”

 

Abu Jurayy berkata :  “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

 

Adapun orang yang selalu dihina, Maka baginya adalah kemuliaan disisi Alloh apabila ia hadapi dengan sabar. Tak perlu membalas buruknya akhlaq orang tersebut dengan kemungkaran yang sama, Biarlah ia menanggung dosa & malapetaka yang ia perbuat.

 

Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 

" ... Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

 

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : bully, mengejek, menghina, menjelek-jelekan

Sumber : http://menurutislam.com/menghina-fisik-atau-perilaku-seseorang/
Thanks to : Menurut Islam

Saya Ingin Berdakwah, Bolehkah? - Menurut Islam

Saya Ingin Berdakwah, Bolehkah? - Menurut Islam

06:40 0

Assalamu'allaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Ustadz saya mau tnya bagaimana kalau kita pengin dakwah tapi keluarga sendri aja belum paham agamanya.dan saya sendripun masih dalam tahap hijrah...terima kasih

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

 

Berdakwah & mengamalkan HISBAH ( menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ) adalah kewajiban tiap muslim tanpa harus menunggu kaya akan ilmu & sempurna dalam amal.

 

Sedikit ilmu & amal yang dimilikinya tidak boleh menghalangi dalam menyerukan kebaikan pada orang lain & mencegah kemungkaran yang ia saksikan.

 

Allah Ta’ala berfirman :

 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ


 

“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imron: 110).

 

Yakinlah bahwa amal anda dalam perkara ini tetap akan berbuah kebajikan_ Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :

 

" Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”  (HR.Muslim no. 2674).

 

Catatan :

 

Kewajiban berdakwah itu sesuai kemampuan

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan :

 

 

“Setiap orang dari umat ini punya kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai kemampuannya. Jika sudah ada yang berdakwah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Jika tidak mampu berdakwah, maka tidak terkena kewajiban karena kewajiban dilihat dari kemampuan. Jika tidak ada yang berdakwah padahal ada yang mampu, maka ia terkena kewajiban untuk berdakwah” (Majmu’ Al Fatawa, 15: 166).

 

“Jika pelaku maksiat sudah semakin keras kepala dan tidak mau berubah menjadi baik, bahkan jadi menyakiti orang yang melarang dari kemungkaran, maka gugurlah kewajiban mengingkari kemungkaran dengan lisan dalam kondisi seperti ini. Namun tetap punya kewajiban mengingkari kemungkaran dengan hati.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 110).

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi :

Group WhatsApp Syameela

http://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-110

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : dakwah, hisbah, ingin berdakwah

Sumber : http://menurutislam.com/saya-ingin-berdakwah-bolehkah/
Thanks to : Menurut Islam
Baru Tahu Kalau Riba, Bagaimana Dengan Hasil Usaha Saya Selama Ini? - Menurut Islam

Baru Tahu Kalau Riba, Bagaimana Dengan Hasil Usaha Saya Selama Ini? - Menurut Islam

20:16 0

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz, bagaimana hukumnya dg hasil usaha kita, dan orang orang yg kita nafkahi, dan harta harta yg kita infakkan..padahal pada awal usaha sebagian modal kita peroleh dari pinjaman BANK,dan sebagian dengan uang murni dari hasil kita bekerja yg kita kumpulkan / menabung, padahal dulunya kita belum tahu bahwa pinjaman BANK itu ternyata riba.. Terima kasih atas jawabannya ustadz

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

Dalam perkara tersebut maka semua apa yang anda lakukan bermula dari ketidak fahaman anda akan hal tersebut ditinjau dari kaca mata syar'i, Maka semoga Alloh maafkan semua itu. Syaikh Abdul Majid Az Zindani dalam kitabul Iman menjelaskan :

 

" Kebodohan seseorang itu dimaafkan, Namun ia berkewajiban untuk mencari ilmu ".

 

Kendati demikian maka menempuh jalan taubat dari apa saja yang telah anda lakukan adalah merupakan kewajiban yang tak boleh ditunda lagi. Menunda hal tersebut maka tuntutan bagi anda adalah harus bertaubat 2 kali sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin :

 

  1. Bertaubat dari dosa itu sendiri ( melakukan akad riba ).

  1. Bertaubat dari perbuatan menunda-nunda dalam melakukan taubat pada Alloh.


 

Adapun apa saja yang telah anda keluarkan dari hasil usaha anda semoga Allah menjadikannya sebagai pembersih harta  anda dari segala kotoran-kotoran ribawi yang pernah melekat padanya.

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag : riba

Sumber : http://menurutislam.com/baru-tahu-kalau-riba-bagaimana-dengan-hasil-usaha-saya-selama-ini/
Thanks to : Menurut Islam
Tips Menghafal Al-Qur'an - Menurut Islam

Tips Menghafal Al-Qur'an - Menurut Islam

05:30 0

Pertanyaan :

Asalmualaikum ustad mau bertanya bagaimana tips menghafal al quran dan bagaimana agar menjadi manusia yg lembut prilakunya?

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

Diantara tips efektif dalam menghafal Al Qur'an :

  1. Meluruskan niat ikhlash karena Alloh.

  1. Melakukan sholat hajat.

“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat."
  1. Memperbanyak berdo'a.

  2. Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya.

  1. Memperbaiki Bacaan ( Tahsinul Qiro'ah ).

  1. Menghafal kepada seorang guru.

  1. Memperbanyak tikror ( mengulang-ulang hafalan ). Akan lebih baik kalau sering dibaca ketika sholat.

  1. Jauhi maksiat & doa kabair ( dosa besar ).


 

Dan masih banyak lagi tips yang akan menyempurnakannya.

Adapun untuk memperlembut prilaku seseorang adalah diantaranya dengan banyak membaca siroh para salaf agar beratsar akan hal itu & perbanyaklah bermu'amalah dengan orang sholih serta kuatkan doa anda pada Alloh untuk menjadikan anda anda hamba yang baik akhlaqnya. Baarokallahu fiik

 

Wallahu a'lam.

Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag :

Sumber : http://menurutislam.com/tips-menghafal-al-quran/
Thanks to : Menurut Islam
Amalan Sunnah di Hari Jum'at - Menurut Islam

Amalan Sunnah di Hari Jum'at - Menurut Islam

17:28 0

Amalan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada hari Jum'at ( dari mulai terbenamnya matahari pada hari Kamis sampai terbenamnya matahari pada hari Jum at ) diantaranya:

 

1. Memperbanyak Membaca Shalawat Atas Nabi


 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ


 

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي


 

Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat (Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi).

 

2. Membaca Surat Al-Kahfi


 

"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dr fitnah Ad-Dajjal."( HR Muslim)

 

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” ( HR Hakim 3349)

 

Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: "Sungguh,sejak Allah menciptakn anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Ad-Dajjal, dan tidak ada satu Nabipun yang diutus Allah melainkan telah memperingatkan umatnya mengenai fitnah Ad-Dajjal.

 

Sedangkan aku adalah Nabi terakhir dan kamu ummat terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Ad-Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian." ( HR-Ibnu Khuzaimah) Shahih

 

Pemateri : Ust. Oemar Mita

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================

 
Tag :

Sumber : http://menurutislam.com/amalan-sunnah-di-hari-jumat/
Thanks to : Menurut Islam
Saya Ingin Berhenti KPR - Menurut Islam

Saya Ingin Berhenti KPR - Menurut Islam

06:12 0

Pertanyaan :

Ustadz, saya telah mengambil KPR subsidi nov. 2014. Setelah mendengar tentang riba, saya takut dan ingin mengakhiri transaksi ini. Bagaimana ustadz, seharusnya tindakan yg saya ambil? Mohon bimbingan dan doanya, Ustadz, agar mampu menjalankan syariat islam?

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

Jika telah jelas bahwa riba itu haram dan kita dilarang turut serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam, maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim mencari jalan yang halal untuk memenuhi kebutuhan primer kita termasuk dalam hal papan. Memiliki rumah dengan kredit KPR bukanlah darurat. Karena kita masih ada banyak cara halal yang bisa ditempuh dengan tinggal di rumah beratap melalui rumah kontrakan, sembari belajar untuk “nyicil” sehingga bisa tinggal di rumah sendiri. Atau pintar-pintarlah menghemat pengeluaran sehingga dapat membangun rumah perlahan-lahan dari mulai membeli tanah sampai mendirikan bangunan yang layak huni. Ingatlah sabda Rasul :

“ Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan mengganti bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih ).

 

Siapa saja yang menempuh jalan yang halal, pasti Allah akan selalu beri yang terbaik. Yang mau bersabar dengan menempuh cara yang halal, tentu Allah akan mudahkan.

-----

Catatan :

Apabila anda telah terlanjur melakukan transaksi riba tersebut, maka sebagai wujud ta'at anda pada Alloh segeralah berlepas diri darinya.Sebab hidup dalam belitan riba itu sebenarnya sama saja hidup dalam rangka menerima tantangan Alloh, Karena Alloh akan memerangi para pelaku riba. Alloh berfirman :

 

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ


"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS. Al-Baqarah:279)

 

Ibnu ‘Abbas mengatakan :

 

“Jika ada yang tidak mau berhenti dari memakan riba, maka pemimpin kaum muslimin wajib memintanya untuk bertaubat. Jika tidak mau meninggalkan, maka dipenggal lehernya.” ( Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim , 2 : 286)

 

Wallahu a'lam.

Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.

Referensi :

Group WhatsApp Syameela

http://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-279

 

====================

SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================
Tag :

Sumber : http://menurutislam.com/saya-ingin-berhenti-kpr/
Thanks to : Menurut Islam
Saya Dulu Wanita Yang Tidak Baik, Apakah Allah Mengampuni Saya? - Menurut Islam

Saya Dulu Wanita Yang Tidak Baik, Apakah Allah Mengampuni Saya? - Menurut Islam

02:18 0

Pertanyaan :

Assalamualaikum

Saya dulu adalah seorang wanita yg tidak baik. Saya sering berbuat maksiat dan zina, tetapi saya sadar akan dosa2 saya tersebut. Bagaimana agar dosa2 saya di ampini Allah, saya takut saya ragu apakah Allah akan mengampuni / menghapus dosa saya. Saya benar2 menyesal akan perbuatan saya dulu. Saya takut akan balasan dari Allah di hari akhir kelak

 

Jawaban :

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Allah subhanallahu wa ta’ala yang maha pengampun, pengasih lagi penyayang akan senantiasa membentangkan maghfirohnya bagi para hamba yang bertaubat dari segala perbuatan dosa. Allah berfirman :

 

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).

 

Dan fahamilah bahwa taubat yang dimaksud disini adalah Taubatan Nashuhah ( taubat yang sebenarnya), Sebagaimana penjelasan sahabat mulia 'Umar bin Khottob :

" Hendaklah seseorang bertaubat dari dosa yang pernah ia lakukan Dan tidak mengulanginya lagi ( dosa tersebut ) sebagaimana air susu itu kan kan kembali lagi pada putingnya ".

 

An-Nawawi mengatakan tentang rukun asasi dalam bertaubat pada Allah subhanallahu wa ta’ala ta'ala :

”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun:

 

  1. 1. Al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut)

  1. 2. An-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut

  1. 3. Al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya.


(Syarh Shahih Muslim,17/59)

 

Jangan tunda taubatMu ...

Al Hasan Al Bashri berkata :

“Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.” (Ma’alim fii Thoriq Tholabil ‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan )

 

Pun demikian Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang menunda taubatnya dari dosa yang pernah ia lakukan maka ia harus bertaubat dua kali;

 
  1. Bertaubat dari dosa itu sendiri.

  1. Bertaubat dari sikap menunda-nunda taubat.


 

Semoga Allah subhanallahu wa ta’ala mudahkan anda dalam menapaki perjalanan taubat ini & selalu Allah subhanallahu wa ta’ala karuniakan istiqomah dalam kebajikan. Berlaku tamaklah dalam kebajikan & kuatkanlah selalu pinta anda pada yang maha kuasa. Aamiin

 

Wallahu a'lam.

 

Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.

Referensi : Group WhatsApp Syameela

 

====================

SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

👥 Grup WA :

🔹08111000196 (ikhwan)

🔹0811188734   (akhwat)

💥Website :

www.syameela.com

====================
Tag :

Sumber : http://menurutislam.com/saya-dulu-wanita-yang-tidak-baik-apakah-allah-mengampuni-saya/
Thanks to : Menurut Islam
Kenapa Allah Menciptakan Dajjal? - Menurut Islam

Kenapa Allah Menciptakan Dajjal? - Menurut Islam

23:15 0

Petanyaan :

Assalamau’alaikum warahmatullahu wabarakatuh. Nama saya Aina Azra binti Nashrudin, dan saya dari sekolah Permata Pintar. Seperti yang kita tahu, Dajjal akan datang sebelum kiamat. Dan pertanyaanku Bagaimana dan kenapa Dajjal diberikan kekuatan untuk menguasai dunia.

 

Jawaban :

Wa’alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuh. Saudari ini bertanya bahwa sebelum kiamat Dajjal akan datang, dan kenapa Dajjal diberikan kekuatan untuk menguasai dunia?

Secara singkat, jawabannya adalah Allah ingin menguji kita. Kenapa Allah memberikan kekuatan pada setan? Anda tahu bahwa setan itu kuat, tapi sudah pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah. Tapi ketika Iblis meminta kepada Allah di surat Al-Baqarah, “Tolong beri aku penangguhan”. Artinya dia ingin azab untuknya ditunda. “Jika kau menundanya, aku akan menyesatkan orang-orang yang mengikuti-Mu.” Allah berfirman, “Aku memberimu penangguhan. Kau piker kau hebat? Kau tidak akan bisa menyesatkan para pengikut-Ku. Kau bisa sesatkan yang bukan pengikut-Ku.”

Kehidupan ini saudari, adalah ujian untuk akhirat. Jadi Dajjal adalah ujian yang akan datang. Dan ada banyak hadist yang membahas tentang kedatangan Dajjal seblum kiamat. Kenapa Allah memberinya kekuatan? Allah memberinya kekuatan untuk melihat apakah kita mengikuti perintah Allah atau tidak.

Ini adalah ujian. Kita bisa saja berkata, “Kenapa guruku memberikanku pertanyaan yang sangat sulit?” Pertanyaan yang sulit itu sulit kau jawab, tapi misalnya berhasil kau jawab, kau diberikan nilai lebih tinggi. Jadi disini, Allah ingin menguji “Siapa yang akan mengikuti-Ku?”

Jadi kekuatan diberikan pada musuh seringkali untuk mengujimu. Dan semakin kuat musuhmu semakin sulit ujiannya. Misalnya jika kau datang dalam wisuda Sarjan Kesenian. Dan kau lulus, kau pun menjadi sarjana. Tapi ketika kau lulus Sarjana Kedokteran, kau mendapat gelar dokter didepan namamu. Karena untuk lulus Kedokteran lebih sulit. Jadi semakin sulit ujiannya, semakin besar hadiah yang kita dapat. Sama seperi, mungkin Allah ingin memberimu surge firdaus (surga tertinggi). Jadi Allah memberikan semua ini sebagai ujian. Jadi Allah memberikan kekuatan, sehingga para pengikut-Nya, meskipun mereka menghadapi musuh yang kuat, mereka tetap teguh dan mereka lulus ujiannya. Semoga menjawab pertanyaanmu.

 

Referensi Video by Dr. Zakir Naik

https://www.youtube.com/watch?v=ANcSSbqxOUk

 

-

Artikel : Menurutislam.com

 

 


Tag :

Sumber : http://menurutislam.com/kenapa-allah-menciptakan-dajjal/
Thanks to : Menurut Islam
Cara Mengendalikan Amarah - Menurut Islam

Cara Mengendalikan Amarah - Menurut Islam

18:24 0

Cara Mengendalikan Amarah

Meredakan-amarah“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Asy-Syura[42]:36)

Bahasan kita hari ini terdapat dalam surat Asy-Syura Surat ke 42 dan ayat ke 36. Hal pertama yang disebutkan disini adalah Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia. Itulah bagaimana ayat tersebut berbunyi. Jadi maksudnya apapun yang diberikan Allah kepadamu, itu hanyalah keperluan hidup didunia. Dengan kata lain hal-hal ini tidaklah begitu penting dengan kehidupan selanjutnya. Kita sering bergantung kepada hal ini (hal-hal dunia), kita terkadang kehilangan sesuatu lalu berfikir itu merupakan akhir dunia. Itu bukanlah akhir dunia. Terkadang sebagian dari kita, diputus pacarnya dan ingin bunuh diri. Apa kau gila? Itu bukanlah akhir dunia. Apapun yang diberikan kepadamu itu hanyalah keperluan dunia belaka (mata’). Mata’ dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang digunakan tapi tidak perlu dinikmati. Contohnya orang Arab zaman dulu biasa menggunakan kata Mata’ untuk suatu sikat yang digunakan untuk cuci piring, sesuatu yang digunakan tapi tidak untuk dinikmati. Kita tidak mungkin kan menikmati sikat tersebut dengan berkata, “wah enak sekali sikat ini, lembuut”. Tidak mungkin kita berkata seperti itu, karena ini bukanlah sesuatu yang dinikmati. Sapu, garpu sendok itu juga merupakan mata’ dalam bahasa Arab.

Allah berkata, apapun yang ada di dunia ini adalah Mata’, apapun yang diberikan kepadamu itu adalah Mata’. Dengan kata lain, yang ada di dunia ini adalah untuk digunakan agar mencapai tujuan yang lebih tinggi, bukan untuk dinikmati. Hal yang harus dan untuk dinikmati adalah di kehidupan selanjutnya, bukan disini (dunia).

Lalu hal selanjutnya dalam ayat adalah dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman. Apa yang disinggung oleh Allah adalah bahwa di dunia ini, apapun yang kamu miliki, Allah memiliki yang lebih baik untukmu dikehidupan selanjutnya. Kamu punya rumah, Allah punya rumah yang lebih baik, kamu punya pakaian Allah punya pakaian yang lebih baik, kamu punya kendaraan Allah punya kendaraan yang lebih baik. Kamu punya kesehatan, kekuatan, ataupun kemampuan, Allah akan beri yang lebih baik dari itu semua. Apapun yang Allah punya yang disediakan untukmu disana sungguh jauh lebih baik daripada apa yang kamu punya sekarang di dunia. Jangan terperangkap dalam hal dunia. Ingat, apapun yang kamu punya sekarang, Allah punya yang lebih baik di kehidupan selanjutnya.

Allah menambahkan kata sifat lain disini, yaitu lebih kekal. Dengan kata lain, apa yang kamu miliki sekarang di dunia itu sifatnya hanyalah sementara. Rumahmu semakin memburuk, kesehatanmu semakin berkurang, kekuatanmu semakin melemah. Apapun yang kamu punya atau nimati di kehidupan dunia ini tak akan berlangsung selamanya. Maka Allah katakana, mengapa kamu tak kejar sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal?

Bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Orang beriman disini maksudnya adalah beriman bahwa yang ada didunia ini tak lebih baik dari yang ada di kehidupan selanjutnya. Hal-hal diatas untuk orang yang seperti itu. Butuh sangan banyak keyakinan pada Allah. Bahwa apa yang Allah tawarkan di kehidupan selanjutnya adalah sesuatu yang belum pernah kamu lihat atau sentuh. Hanya mendengarnya saja, itu sudah cukup membuatmu percaya akan perkataan-Nya. Itu butuh kepercayaan yang besar. Itu yang kamu butuhkan. Maka Dia berkata, untuk orang seperti itu, apa yang ada di kehidupan selanjutnya itu lebih baik dan kekal, tapi butuh keyakinan dan kepercayaan kepada Allah.

 

Kemudian Dia berkata,

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.(QS, Asy-Syura[42]:37)

Mereka, orang-orang yang tadi itu, orang yang lebih memilih kehidupan nanti daripada kehidupan dunia dan paham bahwa ini hanyalah alat bantu untuk digunakan. Merka terus menerus menjauhi dosa-dosa besar. Dan Allah melanjutkan dengan berkata dan perbuatan-perbuatan keji.

 

Kamu mungkin bertanya, judulnya tentang Amarah, kenapa kontennya membahas hal ini? Dan kita belum membahas apapun tentang amarah. Kenapa? Tenang saja, karena semua ini ada hubungannya menurut Allah ta’ala. Allah berkata, apapun yang telah di berikan kepadamu, hanyalah untuk keperluan dunia bagimu, percaya bahwa kehidupan selanjutnya Allah akan memberikan yang lebih baik dan kekal, dan itu butuh kepercayaan. Lalu pada ayat selanjutnya Allah berkata, mereka menjauhi dosa-dosa besar, mereka menjauhi segala perbuatan keji, kemudia Dia berkata,

 

dan apabila mereka marah…

Saya belum menyelesaikan kalimat saya, tapi sekarang Allah membahas tentang amarah, kamu tau kenapa?

Petama, yang ada didunia sekarang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, karena bila yang ada di dunia ini kamu buat penting untuk dirimu, maka bila ada yang salah ataupun hilang  darimu di dunia ini, maka kamu akan marah. Tapi jika di dunia ini kamu anggap tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, kamu untung atau rugi, atau bila ada yang salah, maka ini bukan masalah besar untukmu. Kamu mudah saja mengatakan Innalillahi wa innailaihi roji’un(Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali), maka mudah bagimu untuk tenang.

Masalah kedua disini adalah Allah menyebutkan tentang menjauhi dosa besar, dan Allah subhanallahu wa ta’ala secara khusus soroti salah satunya segala perbuatan keji. Apa itu perbuatan keji? Itu adalah bentuk ketidakmampuanmu dalam menahaan godaan atau emosi. Kau punya keinginan, dan kamu lakukan. Kamu punya keinginan melihat sesuatu yang haram, namun tidak kamu tahan. Kamu ingin pergi ke suatu tempat yang haram, tapi tidak kamu tahan. Kamu ingin bersama seseorang yang bukan muhrimmu, dan kamu melakukannya, tidak menahannya, tidak peduli apakah itu pantas di hadapan Allah atau tidak. Kamu tidak bisa mengendalikan keinginan terlarangmu itu. Jika kamu tidak memiliki kendali terhadap perasaan itu, maka bila amarahmu timbul, kamu juga tidak akan bisa mengendalikannya. Maka orang yang sering melakukan perbuatan keji, mereka mudah kehilangan kendali akan amarahnya. Tapi bila ia bisa kendalikan perbuatan keji itu, maka menahan amarahmu itu menjadi jauh lebih mudah, jauh lebih mudah.

dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

Allah tidak mengatakan apabila mereka marah, maka langsung menjadi tenang. Karena memang sangat sulit. Tapi Allah mengatakan apabila mereka marah mereka memberi maaf. Bayangkan ada seseorang yang membuatmu sangat kesal, sangat marah. Dan Allah berkata, orang ini yang sangat percaya pada Allah dan menginginkan kehidupan nanti disbanding dunia ini, ketika dia amat sangat marah, maka saat itulah mereka memberi maaf. Subhanallah..

Kita bahkan amat sulit memaafkan saat kita sudah tenang. Dan Allah berkata, jika kamu sungguh ingin menjadi orang yang lebih menginginkan kehidupan selanjutnya, belajarlah memaafkan saat kamu sedang marah. Ini merupakan standard yang luar biasa. Ini memang bukan sebuah keharusan bagi setiap manusia, unu hanya untuk orang-orang tinggi. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari mereka. Karena di ayat selanjutnya ayat 40, Allah mengatakan,

 

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura [42]:40)

Ya, kamu boleh saja marah, kamu boleh membalas. Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Ada yang menamparmu, kamu boleh menampar balik. Ini diperbolehkan dalam Islam, membalas itu diperbolehkan untuk mencari keadilan. Bukan dilakukan sendiri tapi melalui system pengadilan. Tapi selanjutnya Allah mengatakan, maka barang siapa memaafkan. Disini dikatakan jika kamu memaafkan dengan cinta, di ayat selanjutnya mengatakan, bukan hanya menenangkan amarahmu, tapi jgua memaafkan, apa balasannya? Mengapa saya harus memaafkan bila saya boleh membalasnya? Allah berkata,

maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.

Masih ingat bahwa yang ada disisi Allah itu jauh lebih baik? Dan lebih kekal? Kali ini dikatakan bahwa apabila kamu mampu memaafkan meskipun kamu sedang marah, balasannya sungguh luar biasa sehingga tidak bisa digambarkan yang bisa dikatakan adalah itu tanggungan Allah. Dengan kata lain, Allah akan mengurusmu. Sangat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, yang kita tahu hanya jika kita melakukannya, maka Allah akan mengurus perbuatan kita tersebut. Allah tidak tidur.

Semoga Allah memudahkan bagi kita untuk mengendalikan amarah kita, dan membuat kita tenang, dan memberi kita kemampuan untuk memaafkan, khususnya pada anggota keluarga kita. Karena kita sangat mudah marah pada keluarga kita. Wallahu’alam. Saya mohon maaf bila ada kesalahan karena keterbatasan pengetahuan saya.

Referensi Video by Ustadz Nouman Ali Khan

https://www.youtube.com/watch?v=NgE2zIdGCaU

 

-

Artikel : MenurutIslam.com

Referensi :

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-40

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-37

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-36

 

 
Tag : amarah, mengendalikan, penyakit hati

Sumber : http://menurutislam.com/cara-mengendalikan-amarah/
Thanks to : Menurut Islam