Pertanyaan :
Assalamualaikum ustd hal fikih sy mau bertanya..ini buat fikih wanita andai telapak tangan wanita saat bersujud terhalang kain mukena nya tidak langsung ke sejadah terhalang kain mukena... apakah sah Ustdz. terima kasih..
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini ( mengharuskan 7 anggota sujud menyentuh lantai ).
Madzhab syafi'i & salah satu riwayat pendapat imam Ahmad menyatakan bahwa tidak boleh ada penghalang antara 7 anggota sujud & tempat sujud.
Namun para ulama yang lainya menyatakan tidak mengapa. Ini adalah pendapat mayoritas ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hambali dan pendapat para ulama masa silam, seperti Atha’, Thawus, an-Nakha’i, asy-Sya’bi, al-Auza’i, dll.
Pendapat kedua ini insya Allah lebih kuat berdasarkan beberapa dalil berikut :
Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu , beliau mengatakan_
"Kami pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari yang sangat panas. Jika ada sahabat yang tidak mampu untuk meletakkan dahinya di tanah, mereka membentangkan ujung bajunya, kemudian bersujud". (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhu , beliau mengatakan :
" Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan satu pakaian, yang beliau gunakan untuk membungkus dirinya. Beliau gunakan ujung-ujung pakaiannya untuk menghindari panas dan dinginnya tanah. (HR. Ahmad dan dinilai hasan li ghairihi oleh Syuaib al-Arnauth).
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : akhwat, mukena, perempuan, sujud, wanita
Sumber : http://menurutislam.com/ketika-sujud-terhalang-kain-mukena-bolehkah/
Thanks to : Menurut Islam
Bolehkah Mengeringkan Wudhu Dengan Handuk? - Menurut Islam
Assalamualaikum ustadz, ana mau tanya bagaimana hukum seseorang yg mandi junub kemudian setelahnya memakai handuk apakah di perbolehkan karena, ana pernah baca buku bahwa tdk apa2 kita memakai handuk di karenakan kita di indonesia. Kemudian bolehkah kita sehabis wudhu kemudian mengeringkannya dengan handuk?
- Bolehkah kita menggabungkan dua niat dlm satu amalan. Jazakallah khoir
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
- Boleh mengeringkan air wudhu' dengan handuk pun begitu pula seusai Mandi janabat.
Aisyah radhiyallahu ‘anha , beliau mengatakan :
" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki handuk kecil yang beliau gunakan untuk mengeringkan anggota badan setelah wudhu.” (HR. Turmudzi & An-Nasai).
Dan ini juga merupakan pendapat jumhur ulama' diantaranya adalah Abu Hanifah, Malik, Ahmad, dan salah satu pendapat Madzhab Asy-Syafii.
- Boleh_ yaitu ibadah sunnah dengan sunnah , Dan tidak berlaku wajib dengan sunnah atau wajib dengan wajib.
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : handuk, sahnya wudhu, syarat wudhu, wudhu
Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-mengeringkan-wudhu-dengan-handuk/
Thanks to : Menurut Islam
Bolehkah Menggadaikan Barang di Pegadaian? - Menurut Islam
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum ustad ana mau tanya ; bagaimanakah hukum nggadaiin barang di pegadaian,,,? Jazakalloh khairon wa barokalloh fikum
*jenis barang yg di gadaikan berupa emas tujuannya untuk nolong temen mbayar hutang/ nebus sertifikat di Bank yg katanya kalo ngga di Bayar/ di tebus kena bungga/ dendanya perbulan hampir 2 juta an,,, kalo Saya suruh emasnya di jual aja & ana minta kembali emas & gramnya di sesuai kan waktu dia pinjam, ktanya kerugian pergramnya sampai rp;40,000; jadi dia merasa berat.
jazakalloh khairon Ustad atas penjelasannya. Barokalloh fikum
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Dalam masalah penggadaian ( Rohn ) bahwa tidak boleh pemegang gadai memanfaatkan barang gadaian seperti Emas, sertifikat tanah, sawah, motor dan lain-lain, dalam bentuk apapun juga walaupun sudah diijinkan pemiliknya, karena hal itu termasuk riba yang diharamkan dalam Islam. Kecuali jika barang gadaian tersebut perlu biaya perawatan sedang pemiliknya tidak mau mengeluarkan biaya perawatan, sehingga biayanya dibebankan kepada pemegang gadai, dalam keadaan seperti ini, menurut sebagian kecil ulama,dibolehkan pemegang gadai memanfaatkan barang gadaian tersebut sebesar biaya perawatan yang dikeluarkan. Tetapi mayoritas ulama tetap mengharamkannya secara mutlak.
Hal yang serupa pernah ditanyakan oleh para ulama yang terkumpul dalam Lajnah Daimah untuk Fatwa di Arab Saudi (14/177) dan mereka menyatakan bahwa hukumnya haram, karena termasuk dalam katagori riba.
Nah , kebiasan yang sering terjadi dimasyarakat kita pada umumnya adalah memanfaatkan barang gadaian, disinilah masalahnya. Hal seperti itu haram , karena termasuk RIBA.
Wallahu A’lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : hukum pegadaian, menggadaikan barang, pegadaian, riba
Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-menggadaikan-barang-di-pegadaian/
Thanks to : Menurut Islam
Bolehkah Wanita Safar Tanpa Di Dampingi Mahrom? - Menurut Islam
Pertanyaan :
Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wabarakatuh
Ustadz saya ingin menanyakan mengenai safar. Bagaimanakah hukumnya wanita safar tanpa mahramnya misalnya safar menggunakan pesawat ( Jakarta - Surabaya)
Bolehkah wanita safar tanpa mahram tapi ikut rombongan. Misalnya Rihlah bersama ke bandung dgn rombongan taklim
Syukron ustadz
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Para ulama' berselisih pendapat tentang safar wanita tanpa mahrom :
- | Mereka yang berpendapat tidak boleh ( Safar wanita tanpa mahrom ) berdalil dengan riwayat-riwayat berikut diantaranya :
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Janganlah seorang wanita safar sejauh tiga hari (perjalanan) melainkan bersama dengan mahramnya".
[HSR. Imam Bukhari (1087), Muslim (hal. 970) dan Ahmad II/13; 19; 142-143; 182 dan Abu Daud]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang menyertainya)".[HR. Imam Bukhari (Fathul Baari II/566), Muslim (hal. 487) dan Ahmad II/437; 445; 493 dan506]
- | Adapun bagi mereka yang membolehkan hujjahnya adalah :
Hadist Adi bin Hatim, bahwa Nabi shollallahu alahi wassalam bersabda : “Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Al Hirah hingga melakukan thawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah”. (HR. Bukhari)
Hadist di atas berisi tentang pujian dan sanjungan pada suatu perbuatan, hal itu menunjukkan kebolehan. Sebaliknya hadist yang mengandung celaan kepada suatu perbuatan menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. (Umdatu al-Qari : 16 /148)
Kaidah Fiqhiyah
“Hukum yang ditetapkan dengan ijtihad bisa berubah menurut perubahan waktu, keadaan, tempat dan perorangan.“
Berdasarkan kaidah di atas , sebagian ulama kontemporer seperti Syekh Abdurrozaq Afifi (Fatawa wa Rasail: 1/201) membolehkan seorang wanita bepergian sendiri atau bersama beberapa temannya yang bisa dipercaya dengan naik pesawat, diantar oleh mahramnya ketika pergi dan dijemput juga ketika datang. Bahkan keadaan seperti ini jauh lebih aman dibanding jika seorang wanita berjalan sendiri di dalam kota, khususnya kota-kota besar.
Walau demikian adanya khilaf dikalangan para ulama' namun sebaiknya para wanita tetap lebih baik mengambil jalan ihtiyath ( kehati-hatian ) dalam bertindak dengan tetap menghargai adanya perbedaan dalam ijtihad.
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : muhrim, safar, wanita safar
Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-wanita-safar-tanpa-di-dampingi-mahrom/
Thanks to : Menurut Islam
Menghina Fisik atau Perilaku Seseorang - Menurut Islam
Pertanyaan :
Assalamu'alaikum ustadz, ana mau nanya penghinaan terhadap fisik atau perilaku seseorang . Apa akan menjadi ladang amal bagi orang yg di hinakan? bagaimana jika yg di hina kan itu suatu kebenaran, tapi hati orang yg terhina tersakiti dan mungkin juga smua adalah qadarullah? syukron ustadz. jazakallahu khairan.
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Menghina orang lain yang memiliki kekurangan dalam hidupnya adalah merupakan perbuatan zholim & akhlaq tercela_ Menghinakan orang lain karena cacat fisik misalnya.
Perhatikanlah wasiat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Jurayy :
“Janganlah engkau menghina seorang pun.”
Abu Jurayy berkata : “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”
Adapun orang yang selalu dihina, Maka baginya adalah kemuliaan disisi Alloh apabila ia hadapi dengan sabar. Tak perlu membalas buruknya akhlaq orang tersebut dengan kemungkaran yang sama, Biarlah ia menanggung dosa & malapetaka yang ia perbuat.
Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" ... Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : bully, mengejek, menghina, menjelek-jelekan
Sumber : http://menurutislam.com/menghina-fisik-atau-perilaku-seseorang/
Thanks to : Menurut Islam
Saya Ingin Berdakwah, Bolehkah? - Menurut Islam
Assalamu'allaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Ustadz saya mau tnya bagaimana kalau kita pengin dakwah tapi keluarga sendri aja belum paham agamanya.dan saya sendripun masih dalam tahap hijrah...terima kasih
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Berdakwah & mengamalkan HISBAH ( menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ) adalah kewajiban tiap muslim tanpa harus menunggu kaya akan ilmu & sempurna dalam amal.
Sedikit ilmu & amal yang dimilikinya tidak boleh menghalangi dalam menyerukan kebaikan pada orang lain & mencegah kemungkaran yang ia saksikan.
Allah Ta’ala berfirman :
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imron: 110).
Yakinlah bahwa amal anda dalam perkara ini tetap akan berbuah kebajikan_ Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
" Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR.Muslim no. 2674).
Catatan :
Kewajiban berdakwah itu sesuai kemampuan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan :
“Setiap orang dari umat ini punya kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai kemampuannya. Jika sudah ada yang berdakwah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Jika tidak mampu berdakwah, maka tidak terkena kewajiban karena kewajiban dilihat dari kemampuan. Jika tidak ada yang berdakwah padahal ada yang mampu, maka ia terkena kewajiban untuk berdakwah” (Majmu’ Al Fatawa, 15: 166).
“Jika pelaku maksiat sudah semakin keras kepala dan tidak mau berubah menjadi baik, bahkan jadi menyakiti orang yang melarang dari kemungkaran, maka gugurlah kewajiban mengingkari kemungkaran dengan lisan dalam kondisi seperti ini. Namun tetap punya kewajiban mengingkari kemungkaran dengan hati.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 110).
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi :
Group WhatsApp Syameela
http://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-110
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : dakwah, hisbah, ingin berdakwah
Sumber : http://menurutislam.com/saya-ingin-berdakwah-bolehkah/
Thanks to : Menurut Islam
Baru Tahu Kalau Riba, Bagaimana Dengan Hasil Usaha Saya Selama Ini? - Menurut Islam
Pertanyaan :
Assalamualaikum ustadz, bagaimana hukumnya dg hasil usaha kita, dan orang orang yg kita nafkahi, dan harta harta yg kita infakkan..padahal pada awal usaha sebagian modal kita peroleh dari pinjaman BANK,dan sebagian dengan uang murni dari hasil kita bekerja yg kita kumpulkan / menabung, padahal dulunya kita belum tahu bahwa pinjaman BANK itu ternyata riba.. Terima kasih atas jawabannya ustadz
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Dalam perkara tersebut maka semua apa yang anda lakukan bermula dari ketidak fahaman anda akan hal tersebut ditinjau dari kaca mata syar'i, Maka semoga Alloh maafkan semua itu. Syaikh Abdul Majid Az Zindani dalam kitabul Iman menjelaskan :
" Kebodohan seseorang itu dimaafkan, Namun ia berkewajiban untuk mencari ilmu ".
Kendati demikian maka menempuh jalan taubat dari apa saja yang telah anda lakukan adalah merupakan kewajiban yang tak boleh ditunda lagi. Menunda hal tersebut maka tuntutan bagi anda adalah harus bertaubat 2 kali sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin :
- Bertaubat dari dosa itu sendiri ( melakukan akad riba ).
- Bertaubat dari perbuatan menunda-nunda dalam melakukan taubat pada Alloh.
Adapun apa saja yang telah anda keluarkan dari hasil usaha anda semoga Allah menjadikannya sebagai pembersih harta anda dari segala kotoran-kotoran ribawi yang pernah melekat padanya.
Wallahu a'lam.
Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag : riba
Sumber : http://menurutislam.com/baru-tahu-kalau-riba-bagaimana-dengan-hasil-usaha-saya-selama-ini/
Thanks to : Menurut Islam
Tips Menghafal Al-Qur'an - Menurut Islam
Pertanyaan :
Asalmualaikum ustad mau bertanya bagaimana tips menghafal al quran dan bagaimana agar menjadi manusia yg lembut prilakunya?
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Diantara tips efektif dalam menghafal Al Qur'an :
- Meluruskan niat ikhlash karena Alloh.
- Melakukan sholat hajat.
- Memperbanyak berdo'a.
- Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya.
- Memperbaiki Bacaan ( Tahsinul Qiro'ah ).
- Menghafal kepada seorang guru.
- Memperbanyak tikror ( mengulang-ulang hafalan ). Akan lebih baik kalau sering dibaca ketika sholat.
- Jauhi maksiat & doa kabair ( dosa besar ).
Dan masih banyak lagi tips yang akan menyempurnakannya.
Adapun untuk memperlembut prilaku seseorang adalah diantaranya dengan banyak membaca siroh para salaf agar beratsar akan hal itu & perbanyaklah bermu'amalah dengan orang sholih serta kuatkan doa anda pada Alloh untuk menjadikan anda anda hamba yang baik akhlaqnya. Baarokallahu fiik
Wallahu a'lam.
Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/tips-menghafal-al-quran/
Thanks to : Menurut Islam
Amalan Sunnah di Hari Jum'at - Menurut Islam
Amalan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada hari Jum'at ( dari mulai terbenamnya matahari pada hari Kamis sampai terbenamnya matahari pada hari Jum at ) diantaranya:
1. Memperbanyak Membaca Shalawat Atas Nabi
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي
Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat (Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi).
2. Membaca Surat Al-Kahfi
"Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dr fitnah Ad-Dajjal."( HR Muslim)
“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” ( HR Hakim 3349)
Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: "Sungguh,sejak Allah menciptakn anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Ad-Dajjal, dan tidak ada satu Nabipun yang diutus Allah melainkan telah memperingatkan umatnya mengenai fitnah Ad-Dajjal.
Sedangkan aku adalah Nabi terakhir dan kamu ummat terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Ad-Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian." ( HR-Ibnu Khuzaimah) Shahih
Pemateri : Ust. Oemar Mita
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/amalan-sunnah-di-hari-jumat/
Thanks to : Menurut Islam
Saya Ingin Berhenti KPR - Menurut Islam
Pertanyaan :
Ustadz, saya telah mengambil KPR subsidi nov. 2014. Setelah mendengar tentang riba, saya takut dan ingin mengakhiri transaksi ini. Bagaimana ustadz, seharusnya tindakan yg saya ambil? Mohon bimbingan dan doanya, Ustadz, agar mampu menjalankan syariat islam?
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Jika telah jelas bahwa riba itu haram dan kita dilarang turut serta dalam transaksi riba termasuk pula menjadi peminjam, maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim mencari jalan yang halal untuk memenuhi kebutuhan primer kita termasuk dalam hal papan. Memiliki rumah dengan kredit KPR bukanlah darurat. Karena kita masih ada banyak cara halal yang bisa ditempuh dengan tinggal di rumah beratap melalui rumah kontrakan, sembari belajar untuk “nyicil” sehingga bisa tinggal di rumah sendiri. Atau pintar-pintarlah menghemat pengeluaran sehingga dapat membangun rumah perlahan-lahan dari mulai membeli tanah sampai mendirikan bangunan yang layak huni. Ingatlah sabda Rasul :
“ Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan mengganti bagimu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih ).
Siapa saja yang menempuh jalan yang halal, pasti Allah akan selalu beri yang terbaik. Yang mau bersabar dengan menempuh cara yang halal, tentu Allah akan mudahkan.
-----
Catatan :
Apabila anda telah terlanjur melakukan transaksi riba tersebut, maka sebagai wujud ta'at anda pada Alloh segeralah berlepas diri darinya.Sebab hidup dalam belitan riba itu sebenarnya sama saja hidup dalam rangka menerima tantangan Alloh, Karena Alloh akan memerangi para pelaku riba. Alloh berfirman :
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya." (QS. Al-Baqarah:279)
Ibnu ‘Abbas mengatakan :
“Jika ada yang tidak mau berhenti dari memakan riba, maka pemimpin kaum muslimin wajib memintanya untuk bertaubat. Jika tidak mau meninggalkan, maka dipenggal lehernya.” ( Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim , 2 : 286)
Wallahu a'lam.
Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.
Referensi :
Group WhatsApp Syameela
http://tafsirq.com/2-al-baqarah/ayat-279
====================
SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/saya-ingin-berhenti-kpr/
Thanks to : Menurut Islam
Saya Dulu Wanita Yang Tidak Baik, Apakah Allah Mengampuni Saya? - Menurut Islam
Pertanyaan :
Assalamualaikum
Saya dulu adalah seorang wanita yg tidak baik. Saya sering berbuat maksiat dan zina, tetapi saya sadar akan dosa2 saya tersebut. Bagaimana agar dosa2 saya di ampini Allah, saya takut saya ragu apakah Allah akan mengampuni / menghapus dosa saya. Saya benar2 menyesal akan perbuatan saya dulu. Saya takut akan balasan dari Allah di hari akhir kelak
Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh
Allah subhanallahu wa ta’ala yang maha pengampun, pengasih lagi penyayang akan senantiasa membentangkan maghfirohnya bagi para hamba yang bertaubat dari segala perbuatan dosa. Allah berfirman :
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
" Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (QS. An-Nisa: 31).
Dan fahamilah bahwa taubat yang dimaksud disini adalah Taubatan Nashuhah ( taubat yang sebenarnya), Sebagaimana penjelasan sahabat mulia 'Umar bin Khottob :
" Hendaklah seseorang bertaubat dari dosa yang pernah ia lakukan Dan tidak mengulanginya lagi ( dosa tersebut ) sebagaimana air susu itu kan kan kembali lagi pada putingnya ".
An-Nawawi mengatakan tentang rukun asasi dalam bertaubat pada Allah subhanallahu wa ta’ala ta'ala :
”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun:
- 1. Al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut)
- 2. An-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut
- 3. Al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya.
(Syarh Shahih Muslim,17/59)
Jangan tunda taubatMu ...
Al Hasan Al Bashri berkata :
“Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.” (Ma’alim fii Thoriq Tholabil ‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan )
Pun demikian Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa orang yang menunda taubatnya dari dosa yang pernah ia lakukan maka ia harus bertaubat dua kali;
- Bertaubat dari dosa itu sendiri.
- Bertaubat dari sikap menunda-nunda taubat.
Semoga Allah subhanallahu wa ta’ala mudahkan anda dalam menapaki perjalanan taubat ini & selalu Allah subhanallahu wa ta’ala karuniakan istiqomah dalam kebajikan. Berlaku tamaklah dalam kebajikan & kuatkanlah selalu pinta anda pada yang maha kuasa. Aamiin
Wallahu a'lam.
Dijawab Oleh : Ust. Oemar Mita Lc.
Referensi : Group WhatsApp Syameela
====================
SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam
Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :
📱Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI
👥 Grup WA :
🔹08111000196 (ikhwan)
🔹0811188734 (akhwat)
💥Website :
www.syameela.com
====================
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/saya-dulu-wanita-yang-tidak-baik-apakah-allah-mengampuni-saya/
Thanks to : Menurut Islam
Kenapa Allah Menciptakan Dajjal? - Menurut Islam
Petanyaan :
Assalamau’alaikum warahmatullahu wabarakatuh. Nama saya Aina Azra binti Nashrudin, dan saya dari sekolah Permata Pintar. Seperti yang kita tahu, Dajjal akan datang sebelum kiamat. Dan pertanyaanku Bagaimana dan kenapa Dajjal diberikan kekuatan untuk menguasai dunia.
Jawaban :
Wa’alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuh. Saudari ini bertanya bahwa sebelum kiamat Dajjal akan datang, dan kenapa Dajjal diberikan kekuatan untuk menguasai dunia?
Secara singkat, jawabannya adalah Allah ingin menguji kita. Kenapa Allah memberikan kekuatan pada setan? Anda tahu bahwa setan itu kuat, tapi sudah pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah. Tapi ketika Iblis meminta kepada Allah di surat Al-Baqarah, “Tolong beri aku penangguhan”. Artinya dia ingin azab untuknya ditunda. “Jika kau menundanya, aku akan menyesatkan orang-orang yang mengikuti-Mu.” Allah berfirman, “Aku memberimu penangguhan. Kau piker kau hebat? Kau tidak akan bisa menyesatkan para pengikut-Ku. Kau bisa sesatkan yang bukan pengikut-Ku.”
Kehidupan ini saudari, adalah ujian untuk akhirat. Jadi Dajjal adalah ujian yang akan datang. Dan ada banyak hadist yang membahas tentang kedatangan Dajjal seblum kiamat. Kenapa Allah memberinya kekuatan? Allah memberinya kekuatan untuk melihat apakah kita mengikuti perintah Allah atau tidak.
Ini adalah ujian. Kita bisa saja berkata, “Kenapa guruku memberikanku pertanyaan yang sangat sulit?” Pertanyaan yang sulit itu sulit kau jawab, tapi misalnya berhasil kau jawab, kau diberikan nilai lebih tinggi. Jadi disini, Allah ingin menguji “Siapa yang akan mengikuti-Ku?”
Jadi kekuatan diberikan pada musuh seringkali untuk mengujimu. Dan semakin kuat musuhmu semakin sulit ujiannya. Misalnya jika kau datang dalam wisuda Sarjan Kesenian. Dan kau lulus, kau pun menjadi sarjana. Tapi ketika kau lulus Sarjana Kedokteran, kau mendapat gelar dokter didepan namamu. Karena untuk lulus Kedokteran lebih sulit. Jadi semakin sulit ujiannya, semakin besar hadiah yang kita dapat. Sama seperi, mungkin Allah ingin memberimu surge firdaus (surga tertinggi). Jadi Allah memberikan semua ini sebagai ujian. Jadi Allah memberikan kekuatan, sehingga para pengikut-Nya, meskipun mereka menghadapi musuh yang kuat, mereka tetap teguh dan mereka lulus ujiannya. Semoga menjawab pertanyaanmu.
Referensi Video by Dr. Zakir Naik
https://www.youtube.com/watch?v=ANcSSbqxOUk
-
Artikel : Menurutislam.com
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/kenapa-allah-menciptakan-dajjal/
Thanks to : Menurut Islam
Cara Mengendalikan Amarah - Menurut Islam
Cara Mengendalikan Amarah“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Asy-Syura[42]:36)
Bahasan kita hari ini terdapat dalam surat Asy-Syura Surat ke 42 dan ayat ke 36. Hal pertama yang disebutkan disini adalah Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia. Itulah bagaimana ayat tersebut berbunyi. Jadi maksudnya apapun yang diberikan Allah kepadamu, itu hanyalah keperluan hidup didunia. Dengan kata lain hal-hal ini tidaklah begitu penting dengan kehidupan selanjutnya. Kita sering bergantung kepada hal ini (hal-hal dunia), kita terkadang kehilangan sesuatu lalu berfikir itu merupakan akhir dunia. Itu bukanlah akhir dunia. Terkadang sebagian dari kita, diputus pacarnya dan ingin bunuh diri. Apa kau gila? Itu bukanlah akhir dunia. Apapun yang diberikan kepadamu itu hanyalah keperluan dunia belaka (mata’). Mata’ dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang digunakan tapi tidak perlu dinikmati. Contohnya orang Arab zaman dulu biasa menggunakan kata Mata’ untuk suatu sikat yang digunakan untuk cuci piring, sesuatu yang digunakan tapi tidak untuk dinikmati. Kita tidak mungkin kan menikmati sikat tersebut dengan berkata, “wah enak sekali sikat ini, lembuut”. Tidak mungkin kita berkata seperti itu, karena ini bukanlah sesuatu yang dinikmati. Sapu, garpu sendok itu juga merupakan mata’ dalam bahasa Arab.
Allah berkata, apapun yang ada di dunia ini adalah Mata’, apapun yang diberikan kepadamu itu adalah Mata’. Dengan kata lain, yang ada di dunia ini adalah untuk digunakan agar mencapai tujuan yang lebih tinggi, bukan untuk dinikmati. Hal yang harus dan untuk dinikmati adalah di kehidupan selanjutnya, bukan disini (dunia).
Lalu hal selanjutnya dalam ayat adalah dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman. Apa yang disinggung oleh Allah adalah bahwa di dunia ini, apapun yang kamu miliki, Allah memiliki yang lebih baik untukmu dikehidupan selanjutnya. Kamu punya rumah, Allah punya rumah yang lebih baik, kamu punya pakaian Allah punya pakaian yang lebih baik, kamu punya kendaraan Allah punya kendaraan yang lebih baik. Kamu punya kesehatan, kekuatan, ataupun kemampuan, Allah akan beri yang lebih baik dari itu semua. Apapun yang Allah punya yang disediakan untukmu disana sungguh jauh lebih baik daripada apa yang kamu punya sekarang di dunia. Jangan terperangkap dalam hal dunia. Ingat, apapun yang kamu punya sekarang, Allah punya yang lebih baik di kehidupan selanjutnya.
Allah menambahkan kata sifat lain disini, yaitu lebih kekal. Dengan kata lain, apa yang kamu miliki sekarang di dunia itu sifatnya hanyalah sementara. Rumahmu semakin memburuk, kesehatanmu semakin berkurang, kekuatanmu semakin melemah. Apapun yang kamu punya atau nimati di kehidupan dunia ini tak akan berlangsung selamanya. Maka Allah katakana, mengapa kamu tak kejar sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal?
Bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Orang beriman disini maksudnya adalah beriman bahwa yang ada didunia ini tak lebih baik dari yang ada di kehidupan selanjutnya. Hal-hal diatas untuk orang yang seperti itu. Butuh sangan banyak keyakinan pada Allah. Bahwa apa yang Allah tawarkan di kehidupan selanjutnya adalah sesuatu yang belum pernah kamu lihat atau sentuh. Hanya mendengarnya saja, itu sudah cukup membuatmu percaya akan perkataan-Nya. Itu butuh kepercayaan yang besar. Itu yang kamu butuhkan. Maka Dia berkata, untuk orang seperti itu, apa yang ada di kehidupan selanjutnya itu lebih baik dan kekal, tapi butuh keyakinan dan kepercayaan kepada Allah.
Kemudian Dia berkata,
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.(QS, Asy-Syura[42]:37)
Mereka, orang-orang yang tadi itu, orang yang lebih memilih kehidupan nanti daripada kehidupan dunia dan paham bahwa ini hanyalah alat bantu untuk digunakan. Merka terus menerus menjauhi dosa-dosa besar. Dan Allah melanjutkan dengan berkata dan perbuatan-perbuatan keji.
Kamu mungkin bertanya, judulnya tentang Amarah, kenapa kontennya membahas hal ini? Dan kita belum membahas apapun tentang amarah. Kenapa? Tenang saja, karena semua ini ada hubungannya menurut Allah ta’ala. Allah berkata, apapun yang telah di berikan kepadamu, hanyalah untuk keperluan dunia bagimu, percaya bahwa kehidupan selanjutnya Allah akan memberikan yang lebih baik dan kekal, dan itu butuh kepercayaan. Lalu pada ayat selanjutnya Allah berkata, mereka menjauhi dosa-dosa besar, mereka menjauhi segala perbuatan keji, kemudia Dia berkata,
dan apabila mereka marah…
Saya belum menyelesaikan kalimat saya, tapi sekarang Allah membahas tentang amarah, kamu tau kenapa?
Petama, yang ada didunia sekarang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, karena bila yang ada di dunia ini kamu buat penting untuk dirimu, maka bila ada yang salah ataupun hilang darimu di dunia ini, maka kamu akan marah. Tapi jika di dunia ini kamu anggap tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, kamu untung atau rugi, atau bila ada yang salah, maka ini bukan masalah besar untukmu. Kamu mudah saja mengatakan Innalillahi wa innailaihi roji’un(Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali), maka mudah bagimu untuk tenang.
Masalah kedua disini adalah Allah menyebutkan tentang menjauhi dosa besar, dan Allah subhanallahu wa ta’ala secara khusus soroti salah satunya segala perbuatan keji. Apa itu perbuatan keji? Itu adalah bentuk ketidakmampuanmu dalam menahaan godaan atau emosi. Kau punya keinginan, dan kamu lakukan. Kamu punya keinginan melihat sesuatu yang haram, namun tidak kamu tahan. Kamu ingin pergi ke suatu tempat yang haram, tapi tidak kamu tahan. Kamu ingin bersama seseorang yang bukan muhrimmu, dan kamu melakukannya, tidak menahannya, tidak peduli apakah itu pantas di hadapan Allah atau tidak. Kamu tidak bisa mengendalikan keinginan terlarangmu itu. Jika kamu tidak memiliki kendali terhadap perasaan itu, maka bila amarahmu timbul, kamu juga tidak akan bisa mengendalikannya. Maka orang yang sering melakukan perbuatan keji, mereka mudah kehilangan kendali akan amarahnya. Tapi bila ia bisa kendalikan perbuatan keji itu, maka menahan amarahmu itu menjadi jauh lebih mudah, jauh lebih mudah.
dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
Allah tidak mengatakan apabila mereka marah, maka langsung menjadi tenang. Karena memang sangat sulit. Tapi Allah mengatakan apabila mereka marah mereka memberi maaf. Bayangkan ada seseorang yang membuatmu sangat kesal, sangat marah. Dan Allah berkata, orang ini yang sangat percaya pada Allah dan menginginkan kehidupan nanti disbanding dunia ini, ketika dia amat sangat marah, maka saat itulah mereka memberi maaf. Subhanallah..
Kita bahkan amat sulit memaafkan saat kita sudah tenang. Dan Allah berkata, jika kamu sungguh ingin menjadi orang yang lebih menginginkan kehidupan selanjutnya, belajarlah memaafkan saat kamu sedang marah. Ini merupakan standard yang luar biasa. Ini memang bukan sebuah keharusan bagi setiap manusia, unu hanya untuk orang-orang tinggi. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari mereka. Karena di ayat selanjutnya ayat 40, Allah mengatakan,
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura [42]:40)
Ya, kamu boleh saja marah, kamu boleh membalas. Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Ada yang menamparmu, kamu boleh menampar balik. Ini diperbolehkan dalam Islam, membalas itu diperbolehkan untuk mencari keadilan. Bukan dilakukan sendiri tapi melalui system pengadilan. Tapi selanjutnya Allah mengatakan, maka barang siapa memaafkan. Disini dikatakan jika kamu memaafkan dengan cinta, di ayat selanjutnya mengatakan, bukan hanya menenangkan amarahmu, tapi jgua memaafkan, apa balasannya? Mengapa saya harus memaafkan bila saya boleh membalasnya? Allah berkata,
maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
Masih ingat bahwa yang ada disisi Allah itu jauh lebih baik? Dan lebih kekal? Kali ini dikatakan bahwa apabila kamu mampu memaafkan meskipun kamu sedang marah, balasannya sungguh luar biasa sehingga tidak bisa digambarkan yang bisa dikatakan adalah itu tanggungan Allah. Dengan kata lain, Allah akan mengurusmu. Sangat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, yang kita tahu hanya jika kita melakukannya, maka Allah akan mengurus perbuatan kita tersebut. Allah tidak tidur.
Semoga Allah memudahkan bagi kita untuk mengendalikan amarah kita, dan membuat kita tenang, dan memberi kita kemampuan untuk memaafkan, khususnya pada anggota keluarga kita. Karena kita sangat mudah marah pada keluarga kita. Wallahu’alam. Saya mohon maaf bila ada kesalahan karena keterbatasan pengetahuan saya.
Referensi Video by Ustadz Nouman Ali Khan
https://www.youtube.com/watch?v=NgE2zIdGCaU
-
Artikel : MenurutIslam.com
Referensi :
http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-40
http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-37
http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-36
Tag : amarah, mengendalikan, penyakit hati
Sumber : http://menurutislam.com/cara-mengendalikan-amarah/
Thanks to : Menurut Islam
Kisah Inspiratif : Kisah Sebuah Terong - Menurut Islam
Kisah Inspiratif : Kisah Sebuah Terong
Ada seorang anak muda di Damaskus ibukota Syria (Suriah) pada zama Tabi’in dulu. Dia pernah datang ke sebuah masjid, namanya At-Taubah. Ada seorang tabi’in masyhur yang tinggal di situ jadi imam dan juga jadi alim mengajar di masjid tersebut. Anak muda ini lalu datang dan berkata “wahai imam, saya datang dari luar Damaskus, miskin dan tidak punya apa-apa, tapi saya ingin belajar agama. Bolehkah saya numpang dimasjid tinggal bersama anda? Saya bantu-bantu lalu saya hidup bersama anda.” Maksudnya makan dan minum bersama sang Imam. “Silahkan,tidak masalah. Tapi harus bersabar, apa yang saya makan kau makan, apa yang saya minum kau minum.” Kata syekh atau imam tersebut. “Baiklah” kata pemuda tersebut.
Setelah 3 bulan anak muda tersebut tinggal dengan syekh yang masyhur itu si pemuda berkata, “Ternyata syekh saya ini sangat zuhud luar biasa, ada makanan, makan, tidak ada makanan, puasa. Dan hari ini sudah 3 hari kami berpuasa. Sahur dengan sebutir kurma dan segelas air, berbuka juga seperti itu. Tapi ini sudah hari ketiga, syekh saya masih kuat, saya sudah tidak kuat. Saking tidak kuatnya saya bungkukkan punggung saya agar menekan perut saya, agar tidak terasa lapar.”
Dalam keadaan pikiran pemuda itu berkecambuk, setan datang dan menggoda dan berkata”Hei pemuda, sudah halal untukmu mencuri makanan, kalau kau tidak mencuri makanan mau makan dari mana? Minta sama gurumu, dia tidak punya. Minta pada orang lain, gurumu melarang minta kepada orang lain. Sekarang pergi dan curilah makanan walaupun cuma sepotong roti carilah dan makan. Yang penting kamu tidak kelaparan dan mati.”
Akhirnya si pemuda memutuskan untuk mencuri makanan di rumah sebelah masjid. Dirumah pertama, sipemuda naik ingin mencuri makanan, namun dia melihat tiga orang wanita yang tidak menutup auratnya, sedang menenun kulit domba, dialihkanlah pandangan si pemuda tersebut. Karena dia tahu yang bukan mahramnya haram untuk dilihatnya. Dan juga itu bukan tujuannya, dia mau mencari makanan.
Tibalah si pemuda di rumah kedua. Di rumah kedua dia melihat tidak ada orang, tapi ada bau masakan. Dia masuk kerumah tersebut dan dia melihat panci, masak pakai kayu bakar. Ketika dibuka isinya air sedang merebus dua buah terong yang sudah matang. Karena sudah laparnya si permuda tersebut mengambil 1 buah terong dan menggitnya. Ketika dia sedang mengunyah, dan ingin segera menelannya karena kelaparan, tiba tiba muncul ketaqwaannyakepada Allah. Lalu dia berkata, “ SubhanaAllah, setan telah berhasil membuat saya melakukan 3 dosa sekaligus.” Yang pertama masuk rumah tanpa izin. Yang kedua mencuri makanan. Dan yang ketiga memakan makanan yang haram”. Lalu dia melanjutkan, “Tidak mungkin Allah membuat saya mati kelaparan karena meninggalkan yang haram, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika seseorang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikannya yang lebih baik.” Lalu pemuda itu melemparkan makanan tersebut ke lantai, dan kembali ke masjid.
Waktu itu masih berlangsung pengajian, tapi si pemuda tidak bisa menangkap apapun karena laparnya. Setelah selesai pengajian, datanglah seorang wanita bercadar mendatangi guru pemuda tersebut dan berbincang, sambil guru pemuda tersebut menundukkan pandangannya. Setelah beberapa saat, sang syekh tadi yang berbincang dengan seorang wanita bercadar memanggil si pemuda tadi. Datanglah pemuda tadi mendekati gurunya. Sang guru bertanya, “Apa kau sudah menikah?” si pemuda menjawab “belum”. Lalu sang guru pun bertanya “Apa kau mau menikah?” si pemuda diam saja dan tidak menjawab. Sang guru bertanya untuk yang kedua kalinya “Apa kau mau menikah?” si pemuda diam saja dan masih tidak menjawab. Sang guru bertanya lagi untuk ketiga kalinya, “Apa kau mau menikah?” si pemuda masih diam saja dan berkata “Wahai syekh, wahai guru saya, setelah saya bertemu dengan anda, saya serahkan hidup saya untuk Allah, dan hidup saya tergantung pada anda. Apa yang anda makan , saya makan. Apa yang anda minum, saya minum. Dan sekarang sudah hari ketiga kita tidak punya makanan. Kalau saya menikah bagaimana saya akan memberi makan kepada istri saya?” Lalu kata syekh “Ini perempuan sebelah saya, baru selesai masa iddahnya, suaminya meninggal, dan dia ditinggali dengan cukup harta. Dia masih muda dan dia takut fitnah. Dia ingin menikah dan bertanya pada saya apakah ada yang cocok.” Lalu syekh bertanya pada pemuda,”Kamu mau?” Si pemuda menjawab “Iya” Lalu sang syekh bertanya pada si perempuan tadi, “Kamu mau?” Si perempuan menjawab “Iya”.
Lalu diambillah sebuah kend, dan diberikan untuk dijadikan mahar. Dipanggil wali perempuan, dipanggil dua orang saksi, dan terjadilah akad nikah. Lalu kata syekh “Pulanglah kerumah istrimu, nanti kalau mau ibadah bisa datang lagi ke masjid, sekarang kamu tidak usa menumpang lagi di masjid”
Lalu pulanglah si pemuda ke rumah istrinya bersama istrinya. Keluar dari masjid melewati rumah pertama yang tadi dia memanjat ingin mencuri, lalu terlewati dan tibalah di rumah kedua yang tadi si pemuda masuk untuk mencuri. Tiba-tiba sang istri berhenti dan berkata “Masuklah suamiku ini adalah rumah kita” Si pemuda masuk dan melihat sekeliling, dia berfikir “ini memang rumah yang saya masuki tadi”. Sang istri bertanya “Tadi saya mendengar anda belum makan 3 hari. Mau makan?” Si pemuda menjawab “Iya”
Sang istri kedapur dan didapati panci sudah terbuka dan terong sudah digigit jatuh di lantai. Dengan spontan sang istri bilang “Siapa yang memakan terongku?” Lalu si pemuda berkata “kesinilah istriku” Si pemuda menjelaskan kronologis kejadian. “Ketika saya mengunyahnya, datanglah ketaqwaan saya, saya takut kepada Allah, dan seya melempar makanan tersebut ke lantai.” Lalu sang istri berkata, “Wahai suamiku, engkau meinggalkan segumpal makanan yang haramuntuk Allah, dan Allah mengganti makanan itu, pancinya, rumahnya, dan pemilik rumahnya menjadi halal untukmu.”
Itu tadi adalah sebuah kisah berjudul terong. SubhanaAllah ketika kita bertaqwa kepada Allah ta’ala maka Allah akan memberikan jalan keluar kepada kita. Sesuai dengan perkataan Allah subhanallahu wa ta’ala pada surat Ath-Thalaq,
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
Dalam ayat diatas disebutkan bahwa dengan bertaqwa kepada Allah maka akan di berikan jalan keluar bagi setiap masalah dan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka. Janji Allah itu pasti. Percayalah dan tunggulah. Wallahua’ala.
Referensi Video Dari Ustadz Khalid Basalamah
https://www.youtube.com/watch?v=gfEvjzgyrGw
-
Artikel : MenurutIslam.com
Referensi :
https://rumaysho.com/1010-orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html
Tag :
Sumber : http://menurutislam.com/kisah-inspiratif-kisah-sebuah-terong/
Thanks to : Menurut Islam
Rezeki Itu Tergantung Dari Taqwa Atau Kerja Keras? - Menurut Islam
Persoalan :
Rezeki itu dari kerja keras kita atau ketaqwaan kita kepada Allah subhanallahu wataa’ala?
Jawaban :
Masalah nafkah bukan soal banting – membanting tulang. Masalah nafkah ataupun rezeki itu dari taqwa. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 - 3,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Talaq[65]: 2-3)
Ayat diatas menjelaskan bahwa orang yang benar benar bertaqwa, menyerahkan diri kepada Allah subhanallahu wa ta’ala maka Allah menjamin rezeki orang tersebut tanpa orang tersebut duga atau sangka dan juga Allah ta’ala akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah ta’ala akan memberikan hadiah berupa jalan keluar bagi kaum muslimin yang benar benar bertaqwa.
Dalam riwayat lain, dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Ia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh (kenyang)”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, dan Al-Hakim. Dan At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih”.
Perhatikan hadist diatas, burung ia pergi pagi hari dalam keadaan perut lapar, dan kembali ke sarangnya di sore hari dalam keadaan perut kenyang. Perhatikan, Rasulullah mengatakan pada sore hari bukan tengah malam. Ada burung pulang jam 12 malam? Tidak ada. Burung pulang sore haridengan perut kenyang, dan juga membawa makan untuk anak-anaknya. Rezeki bukanlah masalaha kuantitas seberapa banyak kita bekerja, namun kualitas iman dan taqwa kita dan ikhtiar yang maksimal. Ikhtiar yang maksimal bukan berarti harus bekerja sampai jam larut malam, lalu liburan kita pakai untuk cari sampingan agar dapat tambahan sampai sampai kita lupa mengaji, lupa ibadah,ini tidak berkah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).
Dalam hadist diatas juga menunjukkan bahwa istighfar juga akan memberikan rezekidari arah yang tidak disangka-sangka oleh umatnya. Jadi dengan istighfar dan ketaqwaan InsyaAllah Allah ta’ala akan mencukupkan rezeki makhluk-Nya di dunia ini. Jangan sibuk memperbanyak kerja, perbanyaklah ibadah dan dekatkan dirimu dengan sang Pencipta. Bukan berarti usaha tidak perlu, bukan begitu, usaha perlu, tapi secukupnya saja, jangan sampai melupakan Allah subhanallahu wata’ala. Semoga membantu dan mohon maaf bila ada kesalahan. Allahu’alam.
Referensi Video dari Ustadz Muhammadz Nuzul Dzikry
https://youtu.be/DehJ20vIGFQ
-
Artikel : Menurutislam.com
Referensi :
https://rumaysho.com/1010-orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html
http://pengusahamuslim.com/3-sebabsebab-turunnya-rizki.html
https://muslim.or.id/7702-membuka-pintu-rizki-dengan-istighfar.html
https://www.islampos.com/burung-rezeki-dan-tawakal-pada-allah-102453/
Tag : halal, kerja keras, Rezeki, taqwa, uang
Sumber : http://menurutislam.com/rezeki-itu-tergantung-dari-taqwa-atau-kerja-keras/
Thanks to : Menurut Islam
Bolehkah berpuasa Syawal tanpa niat di malam hari? - Menurut Islam
Persoalan :
Bolehkah berpuasa Syawal tanpa niat di malam hari dan juga tanpa sahur?
Jawaban :
InsyaAllah diperbolehkan merujuk pada hadist riwayat Imam Muslim,
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقُلْنَا لاَ. قَالَ « فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ ». ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ « أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ». فَأَكَلَ
Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun berkata, “Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantapnya. (HR. Muslim no. 1154).
Imam Nawawi membawakan judul bab untuk hadits di atas “Bolehnya berniat di siang hari sebelum zawal untuk puasa sunnah. Boleh pula membatalkan puasa sunnah tanpa ada uzur, namun yang lebih baik adalah menyempurnakannya.”
Imam Nawawi juga berkata, “Menurut jumhur (mayoritas) ulama, puasa sunnah boleh berniat di siang hari sebelum waktu zawal (setelah matahari tergelincir ke barat/masuk waktu zuhur).” (Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 32-33).
Melaksanakan puasa tanpa makan sahur pun tetap membuat puasa tersebut sah, InsyaAllah. Syaikh ‘Abdul’ Aziz berpendapat mengenai orang yang berpuasa tanpa makan sahur seblumnya, “Puasanya tetap sah karena sahur bukanlah syarat sahnya puasa. Makan sahur hanyalah mustahab (dianjurkan atau sunnah).” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15: 321).
Namun berbeda untuk puasa wajib contohnya puasa qadha’ dan puasa Ramadhan, maka puasa wajib diharuskan di niatkan pada malam hari sebelum Shubuh. Dari Hafshoh Ummul Mukminin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, An Nasai no. 2333, dan Ibnu Majah no. 1700)
Allahu’alam, mohon maaf bila ada kesalahan atau kekuarangan dalam artikel karena manusia adalah tempatnya salah.
-
Artikel : MenurutIslam.com
Referensi :
Rumaysho
Tag : niat, niat puasa syawal, puasa syawal, puasa syawal tanpa niat, puasa syawal tanpa sahur
Sumber : http://menurutislam.com/bolehkah-berpuasa-syawal-tanpa-niat-di-malam-hari/
Thanks to : Menurut Islam
Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal - Menurut Islam
Setelah berpuasa penuh 1 bulan pada bulan penuh barokah bulan Ramadha dan juga setelah mengejar mencari malam Lailatul Qadar sekarang saatnya membahas amalan pada bulan Syawal salah satunya Puasa Syawal. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan dibulan Syawal. Seperti yang sudah kita ketahui besarnya pahala puasa Syawal seperti pahala puasa setahun penuh. Tapi, sudah benarkah cara kita puasa Syawal. Berikut cara melakukan puasa Syawal.
Keutamaan Puasa Syawal
Seperti yang sudah kita ketahui bahwasannya puasa Syawal memiliki keutamaan, teruntuk yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lalu diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal, maka akan mendapat pahala puasa setahun penuh. Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Itu tadi adalah dalil dari mayoritas ulama yang men-sunnahkan puasa Syawal. Adapun ulama yang memakruhkannya yaitu Imam Malik, sedangkan madzhab Abu hanifah, Syafi’I dan Imam Ahmad menunjuk sebagai sunnah.
Pahala Berpuasa Setahun Penuh
Bagaimana bisa dengan tambahan puasa 6 hari selepas Ramadhan bisa mendapat pahala puasa setahun penuh? Mari kita lihat hadist Tsauban berikut ini,
Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fithri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal.” (HR. Ibnu Majah no. 1715. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Seperti yang dipaparkan diatas, bahwa setiap 1 kebaikan akan diganjar minimal dengan 10 kebaikan yang semisal. Hal ini menunjukkan bahwa puasa 1 bulan di Ramadhan akan dibalas 10 bulan pahala puasa. Sedangkan puasa 6 hari di bulan Syawal akan diganjar 10x lipatnya yaitu 60 hari yangartinya 2 bulan pahala puasa. Jika dijumlahkan maka akan mendapatkan hasil puasa 10 bulan + 2 bulan sama dengan 12 bulan. Maka dari itu disebut mendapatkan pahala setahun penuh.
Tata cara puasa Syawal
Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari
Sebagaimana disebutkan dalam hadist bahwasannya puasa sunnah Syawal dilakukan enam hari. Lafal hadist diatas adalah : “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).
Dari hadits tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).
Lebih utama dilakukan secara beruntun tapi juga tidak mengapa jika tidak beruntun atau berurutan.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga berkata, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”
Usahakan tunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391).
Begitu pula beliau mengatakan, “Siapa yang memulai qodho’ puasa Ramadhan terlebih dahulu dari puasa Syawal, lalu ia menginginkan puasa enam hari di bulan Syawal setelah qodho’nya sempurna, maka itu lebih baik. Inilah yang dimaksud dalam hadits yaitu bagi yang menjalani ibadah puasa Ramadhan lalu mengikuti puasa enam hari di bulan Syawal. Namun pahala puasa Syawal itu tidak bisa digapai jika menunaikan qodho’ puasanya di bulan Syawal. Karena puasa enam hari di bulan Syawal tetap harus dilakukan setelah qodho’ itu dilakukan.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 392).
Diperbolehkan untuk melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.” (Al Majmu’ Syarh Al Muhaddzab, 6: 309).
Semoga Allah Subhanallahu wa ta’ala memudahkan kita dalam melaksanakan puasa Syawal tahun ini dan semoga kita masih bisa berpuasa Syawal tahun depan.
-
Artikel Menurutislam.com
Referensi :
muslim.or.id
Tag : bagaimana cara puasa syawal, cara puasa syawal, puasa syawal, puasa syawal berapa hari, tanpa niat puasa syawal
Sumber : http://menurutislam.com/tata-cara-melaksanakan-puasa-syawal/
Thanks to : Menurut Islam
Kapan Lailatul Qadar datang? - Menurut Islam
Kapan Lailatul Qadar itu datang? – MenurutIslam.com
Sebelum kita membahas waktu datangnya lailatul qadar, sungguh alangkah baiknya kita membahas dahulu tentang pengertian dan keistimewaan.
Apa itu Lailatul Qadar?
Istilah “lailatul qadar” terdiri dari dua kata “lailah” yang artinya malam, dan “qadr” yang artinya kemuliaan. Jika digabungkan maka akan memiliki arti ‘malam kemuliaan’. Oleh sebab itu kita tidak seharusnya menyebut dengan ‘malam lailatul qadar’ karena akan menyebabkan arti pengulangan malam sehingga artinya “malam-malam kemuliaan”. Lebih tepatnya disebut “malam qadar” atau “lailatul qadar”.
Apa keistimewaan Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan 83 tahun dan 4 bulan. Seperti yang Allah Subhanallahu Wata’ala sebutkan dalam Surat Qadar ayat 2-3. Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman,
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.s.Al-Qadar:2–3)
Kapan Lailatul Qadar tiba?
Kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk mencari malam lailatul qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramdhan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)
Ada juga riwayat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil pada sepuluh malam terakhir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)
Ganjil bisa berarti dihitung dari awal bulan, mala malam yang dicari adalah malam ke-21,23,25,27,29. Tetapi bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Dalam hadist lain disebutkan,
لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى
“Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, maka malam ketiga puluh adalah malam menggenapi. Jika dihitung dari berakhirnya ramadhan (30) berarti Sembilan hari tersisa adalah malam ke-22, tujuh hari tersisa adalah malam ke-24, dst. Inilah yang di tafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri. Yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan ibadah yang dilakukan tidak memandang malam ganjil ataupun genap. Allahu’alam
Penulis : Riza Maulana Ardiyanto
Untuk : MenurutIslam.com
Referensi :
https://rumaysho.com/11333-tanda-seseorang-mendapatkan-lailatul-qadar.html
https://konsultasisyariah.com/6904-malam-lailatul-qadar.html
Tag : 1000 bulan, lailatul qadar, malam qadar, ramadhan
Sumber : http://menurutislam.com/kapan-lailatul-qadar-datang/
Thanks to : Menurut Islam